CSR Harita Nickel Fokus Bantu Kesehatan Warga

Harita Nickel yang terdiri dari PT Trimegah Bangun Persada dan PT Megah Surya Pertiwi menerima kunjungan dari Puskesmas Lewi yang terletak di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Kunjungan itu untuk meminta bantuan obat-obatan serta fasilitas kesehatan.
Tim Medis Harita, dr Suryamin mengatakan, obat-obatan yang tersedia di Puskesmas Lewi diperuntukkan bagi warga lokal, namun saat ini banyak juga pendatang yang ada di sana.

“Mereka datang untuk meminta bantuan obat-obatan karena obat-obatan yang tersedia hanya untuk warga lokal, tapi sekarang banyak juga pendatang. Jadi mereka meminta subsidi obat-obatan dan alat,” kata dr Suryamin dalam keterangannya (10/10/2019).

Kata dia, kebanyakan obat yang diminta yaitu untuk ispa. Selain itu paracetamol, antibiotik, vitamin, serta alat suntik. “Untuk obat-obatan ada dari tim CSR yang memberikannya. Kalau kami dari tim dokter hanya memberikan resep obat-obatannya saja,” kata Dr Suryamin.
Selain itu, CSR Harita Nickel juga menyelenggarakan kegiatan posyandu setiap bulan di posyandu yang berada di Pulau Obi. “Selain pemberian obat-obatan kami juga rutin melakukan kegiatan posyandu di Puskesmas di Obi. Biasanya kami melakukan kegiatan seperti menimbang berat badan bayi, memberikan vitamin dan lain-lain,” kata Dr Suryamin.
Suryamin mengatakan, peran dokter Harita tidak hanya di situ saja. Terkadang ada juga warga yang meminta bantuan untuk dibawa ke rumah sakit. Mengingat, fasilitas kesehatan yang ada di Pulau Obi tidak terlalu lengkap.

Beberapa waktu yang lalu kami membantu ibu yang ingin melahirkan, namanya ibu Nendi Kilai, dia warga di Pulau Obi. Karena tidak ada fasilitas yang memadai, kami membawanya ke rumah sakit terdekat dengan menggunakan mobil ambulans yang disediakan perusahaan,” kata Suryamin.

Chief Deputy Head Exrel dan CSR Harita Nickel, Alexander Lieman mengatakan, salah satu program CSR yang menjadi fokus utama perusahaan adalah di bidang kesehatan. Karena kesehatan merupakan hal terpenting untuk masyarakat.
“Kami selalu rutin memberikan bantuan kesehatan bagi warga di sini. Jika di Polindes kurang obat atau fasilitas, kami biasanya membantu mereka,” kata Alex.
Hal senada diungkapkan bidan di Polindes Desa Kawasi, Isna. Dia mengeluh kurangnya fasilitas yang ada di Polindes. Selain itu, terkadang tempat untuk berobat pasien biasa juga dijadikan satu untuk tempat tindakan ibu melahirkan.
“Kalau sekarang kondisinya sudah lebih baik karena sudah dibantu perusahaan,” kata Isna.

Leave a Reply

Your email address will not be published.