Rakerta V Pelayanan Remaja GMIH Dibuka, Sekda Malut Dorong Remaja Jadi Generasi Cinta Damai

TERNATE – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, mendorong generasi muda Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) untuk tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, cinta damai, serta memiliki kepedulian sosial.

Pesan tersebut disampaikan Samsuddin saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Tahunan (Rakerta) ke-V Bidang Pelayanan Remaja Sinode GMIH di Gereja GMIH Eben-Haezer Ternate, Selasa (3/11/2026).

Rakerta yang berlangsung hingga 4 November 2026 tersebut merupakan agenda Bidang Pelayanan Remaja GMIH untuk wilayah pelayanan Gebe, Batang Dua, dan Ternate.

Kegiatan pembukaan dihadiri Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Bupati Halmahera Barat sekaligus Wakil Ketua III Sinode GMIH James Uang, Sekretaris Sinode GMIH Abram Ugu, sejumlah anggota DPRD Kota Ternate, Ketua BPHJ Eben-Haezer Ternate, para pendeta, pelayan gereja, serta pengurus dan peserta Rakerta.

Dalam sambutannya, Samsuddin menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara kepada Sinode GMIH, khususnya Bidang Pelayanan Remaja, yang terus berperan dalam pembinaan generasi muda melalui kehidupan bergereja.

Menurutnya, gereja tidak hanya menjadi tempat umat memperkuat kehidupan iman, tetapi juga ruang pembelajaran nilai-nilai kehidupan, seperti kasih, kejujuran, tanggung jawab, pengorbanan, dan penghormatan terhadap sesama.

“Gereja tidak hanya menjadi tempat umat menjalankan kehidupan keimanannya, tetapi juga tempat belajar tentang kasih, kejujuran, tanggung jawab, pengorbanan, dan bagaimana memperlakukan sesama manusia dengan baik. Nilai-nilai itulah yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Samsuddin.

Sejalan dengan subtema Rakerta, yakni “Membentuk Karakter Remaja GMIH yang Cinta Damai”, ia menekankan bahwa generasi muda harus mampu menjadi terang dengan menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Karena itu, pelayanan remaja gereja diharapkan tidak hanya berfokus pada pembinaan spiritual, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki integritas, disiplin, kemampuan berpikir kritis, serta kepekaan terhadap persoalan sosial.

Samsuddin juga mengingatkan bahwa Maluku Utara memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya yang menjadi kekayaan daerah. Keberagaman tersebut harus terus dijaga melalui semangat persaudaraan dan toleransi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Bumi Moloku Kie Raha.

Ia berharap remaja GMIH dapat mengambil bagian dalam merawat kerukunan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

“Remaja GMIH harus mempersiapkan diri menjadi generasi yang berpendidikan, kreatif, mandiri, dan mampu bersaing. Jangan hanya menjadi penonton dari perubahan, tetapi persiapkan diri untuk menjadi pelaku yang ikut menentukan masa depan Maluku Utara,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Samsuddin berharap Rakerta V dapat menghasilkan keputusan dan program kerja yang berkualitas serta sesuai dengan kebutuhan remaja di setiap wilayah pelayanan GMIH.

Ia menegaskan, program yang dirumuskan tidak boleh berhenti sebagai dokumen organisasi, tetapi harus diwujudkan dalam kegiatan nyata yang memberikan dampak positif bagi pembinaan karakter, kehidupan spiritual, dan pengembangan potensi generasi muda.